
Menurut si pemilik kafe, kafe ini bukan tempat aliran NeoNazi, hanya tema yang kebetulan diambil dari partai Nazi, sekali lagi si pemilik kafe menegaskan bahwa klafenya bukan tempat NeoNazi.
Pemilik ingin membuat kafenya sangat jelas untuk semua orang yang mungkin beranggapan bahwa pemilik beserta karyawannya adalah penganut NeoNazi.
"Dari awal saya telah mengatakan bahwa kafe Soldaten bukanlah kafe Nazi, hanya saja tema yang diambil kafe bertemakan Perang Dunia II," Ujar Henry Mulyana saat konferensi pers yang diselenggarakan bertepatan dengan pembukaan kafe Sabtu lalu.
Mungkin anda bertanya-tanya, kenapa pendirian kafe bertemakan militer Nazi, dimana poto Nazi Jerman dalam Perang Dunia II yang yang sukses menduduki Perancis serta ada juga bendera Nazi raksasa dan propaganda Waffen SS tertempel didinding, dikafe ini Pelanggan dapat memesan "Nazi goreng" disajikan oleh pelayan mengenakan seragam SS Nazi.
Kafe SoldatenKaffee untuk pertama kalinya dibuka pada tahun 2011.
Yang menarik media internasional. pendirian kafe ini memicu kemarahan global, Pemilik kafe menerima ancaman kematian dan dipanggil oleh aparat berwenang untuk menjelaskan motifnya pendirian kafe tersebut.
Pada saat itu, si pemilik kafe berpendapat bahwa dia tidak mengidolakan Hitler ditambahkan juga, bahwa pemilihan tema kafe hanya bertujuan untuk menarik pelanggan dengan tema yang unik.
Namun, ia mengatakan bahwa selama ini tidak ada bukti bahwa Nazi bertanggung jawab atas terjadinya Holocaust. "Kontroversi memang selalu ada, tergantung dari sisi apa kita melihat, menurutnya bahwa Nazi tidak melakukan pembantaian seperti yang digembor-gemborkan media selama ini, Nazi tidak melakukan pembantaian, "katanya kepada Jakarta Globe.
Akhirnya pemilik kafe memutuskan sementara untuk menutup kafenya tetapi ia berjanji akan membuka kembali kafe tersebut dengan tema perang dunia 2 yang lebih khas.
Tentu saja kedepannya, saya berinisiatif membuka kafe dengan tema seragam militer dari berbagai negara sewaktu perang dunia 2 seperti Inggris, Prancis, Amerika, Jepang dan Belanda. Pemilik kafe juga ingin kafenya dilengkapi gambar Stalin dan Churchill dengan mengenakan seragam militer yang berbeda.
"Kami memiliki banyak pelanggan dari Eropa dan mereka tidak mempermasalahkan tema kafe Perang Dunia II, karena mereka datang kesini berawal dari perspektif sejarah," ditambahkan pemilik kafe saat pembukaan kafe.
Tapi entah kenapa, gambar Hitler yang tertempel di dinding beserta logo swastikanya mendapat argumen yang negatif, tidak hanya itu bahwa media sosial facebook ramai mencibir keradaan kafe tersebut, tentu saja itu bukan awal yang baik.
Pengetahuan tentang Holocaust dan era Nazi tidak tersebar luas di Indonesia. Winda contohnya yang seorang karyawati di Jakarta, mengatakan bahwa dia tidak terlalu memahami istilah Nazi, bahkan disekolah, Ia hanya mendengar tentang kamp konsentrasi, itu saja sewaktu mau lulus sekolah. Mungkin Holocaust sudah diberikan di sekolah, tapi sangat singkat, kami hanya mendengar tentang Adolf Hitler," katanya. Saya pikir kita diajarkan untuk tidak menyukai orang-orang Yahudi.
Pada saat yang sama, sebuah video YouTube yang bertemakan Nazi ditemukan oleh warga Jerman Der Spiegel yang dirilis beberapa hari yang lalu.
Video youtube ini berisi lagu penyanyi Indonesia Ahmad Dhani yang mengenakan seragam Nazi, seperti seragam yang dikenakan petinggi Nazi, Himmler. Dimana Himmler ini adalah salah satu tokoh yang paling berpengaruh di Jerman Nazi dengan pangkat Reichsführer-SS, Himmler mengendalikan SS dan Gestapo, Himmler juga yang menjadi inisiator utama dalam kasus Holocaust. Sebagai pendiri dan opsir yang bertugas di kamp konsentrasi Nazi dan regu kematian, Himmler bertanggung jawab atas pemusnahan nyawa manusia sekitar 6-12 juta jiwa. Korban-korbannya ialah orang Yahudi, Slavia, Kristen, Gipsi, homoseksual, komunis, liberal, Freemason, Saksi Yehovah, bangsa kulit hitam dan beberapa orang dari berbagai negara.
Dimana lagu Ahmad Dhani di youtube tersebut berjudul "We will rock you", lagu itu dibuat untuk mendukung calon presiden Prabowo Subianto. Prabowo sendiri tampaknya tidak melihat permasalahan dengan video tersebut. Prabowo juga mengucapkan terima kasih kepada hakim "Indonesian Idol" tersebut atas dukungannya terhadap dirinya dalam mencalonkan dirinya menjadi orang pertama di republik ini.
Berikan Komentar
Berkomentarlah yang sopan dan jangan buang-buang waktu untuk melakukan spam. Terimakasih.
Obrolan Ringan
Tweets by @komunitasgamer