Info
| -
Daftar | Masuk | Anggota
Berita Utama
Mekanisme Pembelian:
  1. Pilih produk yang sesuai dengan kebutuhan anda.
  2. Pemesanan bisa melalui SMS, email, dan message Facebook serta cantumkan Nomor HP/Telp anda.
  3. Kami melayani pengiriman barang ke seluruh Indonesia
  4. Untuk pengiriman menggunakan JNE, TIKI, POS.
  5. Pembayaran melalui transfer Bank, Rekening akan diberitahukan via telpon

Selamat berbelanja !!!

Mekanisme Pembayaran:
  1. Saya akan menghubungi anda, Setelah saya memastikan bahwa Anda sungguh-sungguh membeli game saya.
  2. Pembayaran lewat transfer Bank, Rekening akan diberitahukan via telpon
  3. Barang dikirim setelah anda mentranfer uang sejumlah harga barang beserta ongkos pengiriman
  4. Barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan kecuali rusak atau ada kesalahan spesifikasi.
Terimakasih atas kepercayaan anda memilih produk saya
Berita Pilihan

Ketika Kebaikan Tak Selalu Dibalas Dengan Indah



Dari kecil kita selalu diajarkan untuk berbuat baik, menolong sesama. Tanpa pamrih, dengan tulus.

Semua ajaran agama pun sama halnya untuk harus tolong-menolong.

Menolong itu mudah dan tak harus memilih. Orang yang ada di sekitar kita pun banyak yang harus dipedulikan.

Terkadang hati ini engga ikhlas jika "Air susu dibalas dengan air tuba", lalu bagaimana jika ini terjadi :



Kebaikan Tak Berarti Dimatanya..



Hidup memang rumit. Kita harus menghadapi berbagai macam orang yang memiliki pemikiran yang tak sama, tak memiliki hati yang sama.

Lantas, apakah saya harus memaksakan kehendak untuk nya?

Akankah lebih menyakitkan jika orang yang "berpura-pura baik di depan kita?"

Hal yang manusiawi, semua orang ingin diberi apresiasi, dan pengakuan!

Sulitkah untuk mengucapkan "Terima kasih"?

Ikhlas dan Tulus Untuk Sesama, Menjadi Hal yang Biasa Saja



Ketika suatu kebaikan dianggap "biasa saja". Bahkan menjadi hal yang "sudah biasa". Kalau begitu, sah-sah sajakan kalau aku bersikap acuh padanya?

Jika setiap individu bersikap acuh, tak saling peduli. Adakah kedamaian di dunia ini?

Lantas apa yang menyebabkan hal ini?

Egokah, untuk mengakui tindakan terpuji dari seseorang?

Teman Enggak Selalu Jadi Kawan



Kisah Cinta Jones Rizky yang Memadu kasih dengan Wanita Berbatang Alias Waria


Kisah Cinta Jones

Kisah cinta romantis nan unik terjadi di Indonesia, tepatnya di Kalimantan Gan. Yang mana dua sejoli bernama Lauren seorang warga Manis Mata, Kalimantan Barat dan pasangannya Rizki seorang pria warga BTN Pinang Merah, Kalimantan Tengah kisah cintanya menjadi viral karena setelah 8 bulan memadu kasih, Rizky baru mengetahui kekasihnya itu adalah wanita berbatang, alias Waria Gan!

Banyak netizen kepo oleh sepak terjang kisah cinta mereka selama 8 bulan ini, bahkan banyak yang keheranan kenapa Rizky tak menyadari jika Lauren itu sebenernya lelaki mengingat pengakuan mereka yang udah sering ena-ena, bahkan Rizky mengetahui jika Lauren berbatang karena digrebek Satpol PP disebuah hotel.

Nah bicara Lauren & Rizky, tanpa panjang lebar lagi, berikut berbagai foto kemesraan mereka yang dijamin bikin siapapun baper.

Yuk Ah Liat.

Kisah cinta mereka bak Tukijo & Tumini


Mereka saling mencintai...Heleh Heleh..



Termasuk Mancing Lhoo...


Tak ada yang mampu memisahkan mereka..


Tapi semuanya berubah saat Satpol PP menyerang .. Hahahahahah




Kisahnya ini menurut kita layak untuk diangkat ke layar lebar, layarnya dipakai untuk gulung Lauren dan Rizky, lalu diceburin ke kali.

Kisah ini mengajarkan kita kalau siapapun jones diluar sana untuk tetap bersabar menanti kekasih pujaan hati meski makin karatan, jangan seperti Rizky yang terlalu exited sehingga membuat dirinya kurang fokus dan konsentrasi.

Cinta terhalang pedang, Niat hati mencari lubang, Apa daya batang yang terpegang

HA HA HA HA HA HA

Dunia Meminta Suu Kyi Mengembalikan Nobel Perdamaian


Suu Kyi

Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi tengah mendapat sorotan negatif dari dunia internasional, lantaran bersikap bungkam dan cenderung membiarkan genosida terhadap etnis Rohingya di negerinya.

Bahkan, Sydney Morning Herald (SMH), media massa berpengaruh di Australia, menurunkan artikel pada laman daringnya, Sabtu (2/9/2017), bahwa terkuncinya mulut Suu Kyi adalah pengkhianatan terhadap penghargaan Nobel Perdamaian. Suu Kyi pernah mendapat medali Nobel Perdamaian tahun 1991.

Ratusan warga sipil dibunuh, termasuk anak-anak. Desa-desa dibakar hingga rata dengan tanah. Puluhan ribu warga yang putus asa mencoba melarikan diri bersama anak-anak, di tengah kabar pembunuhan massal etnis Rohingya yang terus bergema.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutteres sebenarnya sudah memperingat adanya "humanitarian catastrophe", malapetaka kemanusiaan di wilayah Rakhine, Myanmar.

"Semua itu tidak terjadi di negeri yang dikuasai diktator. Ini terjadi di Myanmar, anggota ASEAN, yang pemimpin de factonya adalah Aung San Suu Kyi, peraih Nobel Perdamaian 1991 untuk perjuangan tanpa kekerasan demi demokrasi dan HAM," tulis jurnalis SMH, Lindsay Murdoch, dalam artikel berjudul "Myanmar crisis a 'human catastrophe' that betrays Suu Kyi's Nobel prize."

Selain Nobel Perdamaian, Suu Kyi juga pernah mendapat penghargaan yang sama atas perjuangannya dari Australian National University (ANU) tahun 2013.

Bahkan, dalam penganugerahan gelarnya, Rektor ANU Gareth Evans menyebut Suu Kyi sebagai "contoh keberanian dan tekad yang tenang dalam menghadapi penindasan serta pioner jalan damai menuju dunia yang lebih baik dan adil."

"Tapi, pemerintahan Suu Kyi sejak pekan kemarin, menolak masuk pekerja-pekerja kemanusiaan internasional, dan menolak petugas PBB untuk menolong Rohingya. Dia justru menuduh semuanya membantu teroris Islam yang menyerang 30 polisi Myanmar pada 27 Agustus," demikian dalam artikel SMH.

Petugas tinggi untuk HAM PBB, Zeid Raad al-Hussein, sudah membantah pernyataan Suu Kyi mengenai keberadaan teroris Islam di antara wara Rohingya.

Murdoch dalam artikelnya lantas mengkritik secara tajam sikap Suu Kyi mengenai persoalan Rohingya.

"Suu Kyi menolak mengomentari bahwa ada 1,1 juta jiwa Rohingya yang tak diakui sebagai warga negara Myanmar. Dia mungkin tak mengontrol militer, tapi sebagai pemimpin, ia bisa melindungi Rohingya dari pembunuhan."

Sebaliknya, Suu Kyi justru menunjukkan sikap yang memusuhi etnis Rohingya, dengan menolak campur tangan PBB serta negara-negara ASEAN lain untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"Mungkin, ini adalah waktu yang terbaik bagi Suu Kyi untuk mengembalikan medali Nobel Perdamaiannya," simpul Murdoch dalam artikelnya.

Sumber : www.msn.com

6 Photo Editan Menyembelih Hewan Korban, Ngakak..Bro

Hari Raya Idul Adha atau hari raya kurban sudah berlalu, salah satu yang selalu terbayang di benak masyarakat adalah penyembelihan hewan kurban, selain pembagian daging kurban itu sendiri tentunya. Dan seperti biasa, setiap momen yang sedang rame di masyarakat, netizen selalu saja memanfaatkannya untuk membuat meme-meme atau foto editan lucu.Kali ini, foto-foto orang yang sedang menyembelih hewan kurban jadi bahan netizen untuk membuat foto-foto editannya. Bukan lagi kambing, sapi atau unta, tapi hewan-hewan lain yang tak terduga.

1. Nyembelih T-Rex nih.

2. Dinosaurus jadi korban.

3. Waduh, Kecoa raksasa di sembelih..

4. Hewan apa maning ki Son..

5. Appa yang di film kartun Avatar juga Jadi Korban.

6. Wah, Gajah Juga Jadi Korban.

Sumber : Poto Editan

Wali Kota Tegal Resmi Ditahan KPK


Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno

KPK menangkap Wali Kota Tegal, Jawa Tengah Siti Masitha Soeparno dalam operasi tangkap tangan (OTT). Bunda Sitha, panggilan akrabnya, diduga menerima suap terkait proyek alat kesehatan (alkes).

Dari OTT itu, KPK mengamankan uang ratusan juta rupiah. Sitha langsung ditangkap KPK usai memimpin rapat pada Selasa (29/8/2017) pukul 17.20 WIB.

Tiga orang petugas KPK berhasil menangkap Bunda Sitha usai dirinya mengikuti rapat evaluasi capaian kerja triwulanan dengan sejumlah organisasi Perangkat daerah (OPD). Sitha lalu dibawa menggunakan mobil petugas.

Sebelum melakukan penangkapan, petugas KPK melakukan penyegelan di kantor RSUD Kardinah. Dugaan sementara penangkapan terkait kasus pembangunan fisik Ruang ICU rumah sakit tersebut.

Mufid, Salah seorang anggota Satpol PP Kota Tegal, membenarkan adanya penangkapan terhadap Wali Kota Tegal.

"Saat Ibu Wali Kota ada acara, saya lihat ada beberapa orang yang mau masuk tapi dihalangi oleh Satpol. Tapi tidak lama setelah itu, Ibu Wali Kota keluar dan diikuti mereka hingga masuk ke dalam ruang kerja. Setelah itu keluar dan masuk mobil dan pergi. Mereka keluar Balai Kota persis saat adzan maghrib," ujarnya.

Dari hasil OTT itu, KPK mengamankan uang ratusan juta rupiah. Tetapi Febri tak menyebutkan berapa jumlahnya.

"Ada sejumlah uang juga yang kita amankan di sana, informasi yang kita terima ada ratusan juta dalam OTT tersebut," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (29/8).

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memperoleh informasi jika sementara terkait nilai suap. Laporan yang diterima, nilai suap sekitar Rp 300 juta.

"Rp 300-an (juta) atau berapa tadi, juta," kata Ganjar ditemui terpisah.

Selain di Tegal, KPK juga melakukan OTT di Jakarta dan Balikpapan. Namun belum ada keterang lebih lanjut terkat lokasi OTT.

"OTT ini dilakukan dalam satu rangkaian di tiga kota. Jadi ada OTT yang dilakukan di Jateng, daerahnya sekitar Tegal, ada di Balikpapan, dan di Jakarta," kata Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Namun Febri tidak menjelaskan OTT itu terkait dengan kasus apa. KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status para pihak yang ditangkap tersebut. KPK menyebut ada lebih dari lima orang yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT). Penangkapan itu termasuk Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno.

"Kami mengamankan sejumlah orang, lebih dari lima orang yang kita amankan," kata Febri.

Ngaku Bela Agama, Ternyata Sindikat SARACEN Dibayar Puluhan Juta Untuk Sebarkan Isu SARA

Ilustrasi

Polisi menangkap sindikat Saracen, yang kerap menyebarkan isu SARA di media sosial. Sindikat Saracen kerap mengirimkan proposal kepada beberapa pihak terkait jasanya untuk menyebarkan ujaran kebencian bernuasa SARA di media sosial. Setiap proposal mempunyai nilai hingga puluhan juta rupiah.

"Mereka menyiapkan proposal. Dalam satu proposal yang kami temukan itu kurang-lebih setiap proposal nilanya puluhan juta per proposal," ujar Kasubdit 1 Dit Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Irwan Anwar di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jaksel, Rabu (23/8/2017).

Namun Irwan tidak menjelaskan kepada siapa proposal itu diajukan. Pihaknya sedang mendalami temuan tersebut.

"Masih dalam pendalaman, tapi kurang-lebihnya seperti itu," katanya.

Anwar juga menerangkan konten SARA yang akan disebarkan oleh Saracen ini disesuaikan dengan keinginan pihak pemesan. Pihaknya pun masih terus melakukan patroli siber untuk melacak akun-akun lain serupa dan pemesan konten ujaran kebencian itu.

"Ya ini kita dalami karena memang luasnya dunia maya ini makanya tim juga perlu waktu untuk mengungkap itu," terangnya.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Faril Imran mengatakan kelompok Saracen adalah buzzer yang dibayar untuk menyebarkan ujaran kebencian (hate speech) bernuansa SARA hingga berita hoax. Mereka memiliki pengikut hingga ratusan ribu akun.

Fadil mengatakan motif kelompok tersebut adalah untuk kepentingan ekonomi. Mereka dibayar oleh pemesan untuk menyebarkan berita-berita bohong hingga ujaran kebencian bernuansa SARA yang berpotensi menimbulkan konflik sosial.

"Pola pikiran mereka tidak menerima perbedaan dan motifnya untuk mencari keuntungan ekonomi," imbuh Fadil saat dimintai konfirmasi terpisah.

Ketiga pelaku yang ditangkap berinisial JAS, MFT, dan SRN ini dijerat dengan Pasal 45A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 22 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU ITE dengan ancaman 6 tahun penjara dan/atau Pasal 45 ayat 3 jo Pasal 27 ayat 3 UU ITE dengan ancaman 4 tahun penjara.

sumber = www.suarasosmed.com

Ada 800 Ribu Akun terkait Kelompok Saracen, Ini Penampakan Wajah Ketua dan Pengurusnya

Dari kiri, JAS alias Jasriadi (32), ketua sindikat Saracen, Muhammad Faizal Tonong, pemilik akun Faizal Muhammad Tonong atau Bang Izal (43), ketua bidang media informasi Saracen, dan Sri Rahayu Ningsih (32), koordinator grup Saracen wilayah Jawa Barat

Komplotan penyebar ujaran kebencian atau hate speech dan hoax, Saracen ternyata bukan hanya kali ini berurusan dengan polisi.

Ketiga pelaku sebelumnya sudah pernah ditangkap dengan tudingan penghinaan dan menyebar kebencian.

Dalam aksinya, kelompok ini bisa menerima uang hingga ratusan juta rupiah dari seorang pemesan.

Inilah 3 orang tersangka sindikat penyebar ujaran kebencian dan hoax yang ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber Mabes Polri.

Mereka adalah JAS alias Jasriadi (32) yang ditangkap di Pekanbaru, Riau, SRN alias Sri Rahayu Ningsih (32) yang ditangkap di Cianjur, Jawa Barat, serta MFT alias Muhammad Faizal Tonong (43) yang ditangkap di Koja, Jakarta Utara.

Jasriadi merupakan ketua sindikat Saracen, Muhammad Faizal Tonong menjabat sebagai ketua bidang media informasi, dan Sri Rahayu Ningsih bertugas sebagai koordinator grup Saracen di wilayah Jawa Barat.

Dalam aksinya, mereka tidak hanya memiliki banyak akun di media sosial, tapi mereka juga membuat situs daring (online) saracennews.com agar berita yang mereka sebarkan terkesan asli.

Di situs ini, Jasriadi menjabat sebagai Pemimpin Redaksi sekaligus pemilik domain.

Pengusaha rental mobil ini juga merangkap sebagai ahli informasi teknologi (IT).

4 Fakta Sri Rahayu, Wanita Sindikat Saracen Penghina Jokowi


Sri Rahayu

Polisi mengungkap sindikat penebar kebencian yang beroperasi di media sosial. Nama sindikat itu adalah Saracen. Dari hasil penyelidikan, mereka bergerak tidak sembarangan, tapi tersusun rapi dan terorganisasi.

Sejumlah nama disebut dalam struktur organisasi sindikat penyebar kebencian itu. Salah nama yang menarik perhatian adalah Sri Rahayu Ningsih. Sebelum ditangkap karena tergabung dalam sindikat Saracen, Sri Rahayu Ningsih pernah berurusan dengan polisi karena kasus yang sama.

Sri Rahayu Ningsih sebelumnya terbukti menyebarkan konten terkait suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta ujaran kebencian di akun media sosial Facebook melalui akun Ny Sasmita.

Sri Rahayu Ningsih alias Ny Sasmita saat itu ditangkap di Cianjur, Jawa Barat pada 5 Agustus 2017.

Dalam akun Facebook-nya, Ny Sasmita, perempuan yang kesehariannya berprofesi sebagai ibu rumah tangga itu ditangkap lantaran terbukti menyebarkan ujaran kebencian dan SARA serta berita bohong atau hoax.

Berikut empat Fakta tentang Sri Rahayu, Perempuan Penyebar kebencian di media sosial.

1. Akun Ny Sasmita.

Sebelum ditangkap karena terbukti sebagai anggota sindikat Saracen, Sri Rahayu pernah berurusan polisi karena terbukti menyebar kebencian dan penghinaan kepada Presiden Jokowi.

Sri Rahayu ditangkap Satgas Patroli Siber Polri di kawasan Cianjur, Jawa Barat, pada Sabtu, 5 Agustus 2017 dini hari. Penangkapan dilakukan terkait sejumlah unggahan Sri yang berbau permusuhan, SARA, dan hoax melalui Facebook dengan nama akun Ny Sasmita.

Unggahan berupa gambar dan tulisan di akun Facebook Sri ini diketahui berisi beragam konten kebencian. Antara lain konten SARA terhadap suku Sulawesi dan etnis Tionghoa, penghinaan terhadap presiden, parpol, ormas, serta konten hate speech, dan berita hoax.

Penangkapan dilakukan setelah penyidik menggandeng sejumlah ahli bahasa.

Akibat ulahnya itu, Sri Rahayu dijerat Pasal Pasal 45 ayat 2 Jo pasal 28 ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 16 Jo Pasal 4 b1 UU Nomor 40 Tahun 2006 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

2. Alasan Sebar Kebencian

Melalui akun Ny Sasmita, Sri Rahayu Ningsih menyebarkan hate speech atau ujaran kebencian berbau SARA dan berita hoax. Dari keterangan polisi, akun Ny Sasmita digunakan untuk menyebar konten SARA sejak 2016.

"Sudah setahun suka posting seperti ini (konten kebencian, SARA, dan hoax)," ujar Direktur Tindak Pidana Kejahatan Siber Brigjen Fadil Imran Minggu, 6 Agustus 2017.

Fadil membeberkan, modus kejahatan yang dilakukan Sri adalah mendistribusikan puluhan gambar dan tulisan dengan berbagai konten berbau SARA dan hoax. Antara lain, konten berbau SARA terhadap suku dan ras tertentu di Indonesia.

"Kemudian penghinaan terhadap presiden, penghinaan terhadap berbagai partai, ormas dan kelompok, serta konten hate speech dan hoax lainnya," kata dia.

Belum diketahui secara pasti apa motif Sri menebar kebencian melalui media sosial selama setahun terakhir. Namun, berdasarkan pengakuan sementara, aksi itu dilakukan untuk menunjukkan kekritisannya.

"Menurut dia karena sifat kritis," Fadil menandaskan.

3. Gabung Saracen Sejak 2016

Dalam menjalankan aksinya, Sri Rahayu menyebar ujaran kebencian berupa penghinaan dan SARA menggunakan akun pribadi dan beberapa akun lain yang dipinjamkan tersangka lainnya, JAS.

Dalam struktur organisasi sindikat Saracen, JAS merupakan ketua. JAS, berdasarkan keterangan polisi, merupakan otak kejahatan siber ini dan memiliki kemampuan di atas rata-rata anggotanya.

"Dia memiliki kemampuan untuk me-recovery akun anggotanya yang diblokir dan bantuan pembuatan berbagai akun yang bersifat real, semianonymous, maupun anonymous," ungkap Kasubdit 1 Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Pol Irwan Anwar.

Baik JAS maupun Sri Rahayu, keduanya dikenakan tindak pidana ujaran kebencian atau hatespeech dengan konten SARA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU ITE dengan ancaman 6 tahun penjara, dan atau Pasal 45 ayat 3 jo Pasal 27 ayat 3 UU ITE dengan ancaman 4 tahun penjara.

4. Koordinator Wilayah Jabar

Dalam struktur organisasi Saracen, Posisi Sri Rahayu cukup berpengaruh. Dia, bersama beberapa orang lainnya berposisi sebagai Koordinator Grup.

"SRN itu Sri Rahayu Ningsih. Di Saracen sebagai koordinator wilayah Jawa Barat," ujar Kasubag Ops Satgas Patroli Siber Bareskrim Polri AKBP Susatyo Purnomo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 23 Agustus 2017.

Susatyo mengatakan, sebagai koordinator grup, tugas Sri Rahayu melakukan ujaran kebencian dengan memposting atas nama sendiri maupun membagikan ulang postingan anggota grup Saracen lainnya.

"Walaupun ada konten penghinaan, yang kami proses adalah konten SARA-nya," Susatyo menandaskan.

Sumber =" news.liputan6.com

Begini Awal Terbentuk Sindikat Saracen

Ilustrasi

Polisi masih mengungkap sindikat Saracen yang diduga menyebarkan hate speech atau ujaran kebencian di media sosial.

Ujaran kebencian dijadikan ladang bisnis dengan tarif hingga puluhan juta rupiah. Lantas, bagaimana awal mula terbentuknya sindikat ini?

Jasriadi, yang merupakan ketua sindikat ini, mengklaim kelompok ini terbentuk untuk menghancurkan kelompok grup media sosial lain, yang menurutnya melakukan ujaran kebencian.

"Saracen awalnya terbentuk begitu saja, setelah kita hack grup yang namanya--ada kata binatang," ujar Jasriadi dalam wawancara khusus bersama Liputan6.com, Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 24 Agustus 2017.

"Nah, di situ isi dalam grup itu ujaran kebencian banyak, dan kami sebagai tim yang punya keahlian ingin menghancurkan grup tersebut," dia melanjutkan.

Dari situlah, kata Jasriadi, pihaknya mulai menghimpun jaringan melalui media sosial untuk menghancurkan grup tersebut.

"Ternyata grup itu admin-adminnya banyak yang menyamar. Nah, saya merasa terpanggil untuk menghancurkan (grup) itu. Saya coba mengambil-alih grup itu," ujar dia.

Nama Sarecen sendiri, kata Jasriadi, berarti perjuangan di media sosial. Namun, dia tidak menjelaskan tujuan perjuangan yang dimaksud.

"Waktu itu kita menggunakan Saracen, Saracen ini yang membuat nama si Ropi--Ropi Yatman tak lain mantan pacar tersangka Sri Rahayu Ningsih. Dia ambil dari (internet). Kalau enggak salah artinya perjuangan di media sosial," ujar dia.

liputan6.com

Ketika Agama dan Iman Dijual Demi Uang!

Ilustrasi

Jika anda termasuk orang yang SUKA atau bahkan mungkin sudah KRONIS dan tergolong KECANDUAN untuk menyebarkan isu SARA [Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan], saya menyarankan BERTAUBATLAH jika anda masih percaya dengan Iman dan agama anda.

Jangan hanya karena demi mencari uang, anda tega menggadaikan iman dan agama anda untuk uang yang satu rupiahpun tidak bisa anda nikmati di alam Qubur!

Jika diluar sana masih banyak kisah orang-orang sukses yang berjuang dengan cara haral dalam mencari uang, kenapa kalian justru memilih cara yang haram yang sudah terlalu banyak contoh betapa kehidupan orang-orang seperti itu takan pernah bisa tenang apalagi bahagia hidupnya.

Mungkin bisa saja secara dilihat dari luar terlihat mereka kaya, banyak uang, punya mobil, rumah mewah, dan lainya. Namun demi Alloh, hati mereka pasti takan mungkin tenang apalagi bahagia jika uang yang didapat dengan cara haram. Apalagi menjual “agama”, memprovokasi umat untuk saling cela di sosial media, anda lakukan demi mendapatkan uang.

Saya dan mungkin banyak orang meyakini jika setiap jelang pemilu apalagi pilpres, selalu ada peluang untuk orang-orang “RUSAK IMAN” mereka, dengan tega menjual agama dan isu sara untuk mencari keuntungan.

Namun selama ini hal yang seperti itu sangat sulit dibuktikan, karena memang mereka begitu licin memainkan kata dan kalimat dalam setiap tulisan untuk memprovokasi umat dengan isu SARA.

Namun saya ikut senang atas keberhasilan polri menangkap para pelaku penyebar isu sara yang akhirnya bisa tertangkap juga, lengkapo dengan bukti proposal-proposal yang mereka buat, yang disertai tarif harga hingga mencapai puluhan juta rupiah.

Atas terbongkarnya Sindikat Saracen Penyebar Isu SARA, saya sudah bisa berkata bahwa dugaan-dugaan selama ini ternyata NYATA adanya, bahwa ada kelompok orang yang menjual agama mereka demi untuk mendapatkan uang.

Dengan tertangkapnya Sindikat Saracen Penyebar Isu SARA ini, saya meyakini tidak bisa dijadikan jaminan bahwa mereka yang sudah terlalu kecanduan sebarkan kebencian akan bertaubat dan menghentikan kebiasaan buruk mereka.

Tidak hanya sindikat Saracen Penyebar Isu Sara yang begitu tega menjual atas nama isu agama dan iman mereka demi uang, namun ada juga bisnis First Travel yang atas nama bisnis travel umroh juga begitu tega menipu jamaah.

Lebih tak malu lagi, mereka justru membangun rumah mewah, gaya hidup serba wah, sedangkan jamaah mereka ditipu dengan tanpa ada raut penyesalan.

Para pejabat-pejabat korup yang digaji dari uang rakyat tapi masih korupsi, itu juga sama saja mereka menjual agama dan iman mereka demi uang semata. Sumpah atas nama Tuhan yang diucapkan dibawah kitab sucipun mereka abaikan, yang penting bisa dapat uang.

Sungguh-sungguh sebuah keadaan yang membuat kita miris dan prihatin.

Namun setidaknya, tetap saja saya masih berharap dan justru ingin mendoakan, semoga saja mereka-mereka melakukan TAUBAT yang sebenar-benarnya taubat dan menghentikan perilaku buruk mereka.

Saya juga justru kasihan dan ingin mendoakan, semoga mereka setelah bertaubat, bisa diberiakn kemudahan untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang halal, yang berkah, sehingga bisa meninggalkan profesi penyebar isus ara.

Tertangkapnya Sindikat Saracen Penyebar Isu SARA ini juga diharapkan bisa menjadi titik awal untuk membongkar penyebar-penyebar isus ara lainya.

Jelang pilpres 2019 nanti, tentunya harus dipersiapkan dari sekarang untuk bisa menangkal dan menghentikan setiap usaha dan upaya para penyebar isu sara untuk ditangkap dan diputus mata rantai mereka. Karena isu sara yang ebrbau fitnah sangat beresiko untuk memecah belah bangsa Indonesia.

Saya juga berharap, kepada para netizen, mohon jangan permalukan diri anda dengan menajdi alat dan bagian dari orang-orang yang terlalu mudah tertipu menyebarkan isu sara, yang itu sama sekali tidak ada manfaatnya, dan besar pula dosanya.

Semoga saja, di hari jum’at penuh berkah ini, para pembaca bisa mendapatkan pencerahan dan petunjuk jalan yang benar, untuk hentikan sebarkan provokasi umat dengan isu sara dan kebencian lainya.

Ingatlah bahwa hidup hanya sekali, isilah perbuatan anda dalam bersosial media untuk hal-hal yang positif dan memberikan manfaat untuk orang lain, bukan menjadi alat dan bagian dari kelompok yang merusak umat dan memecah belah persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa!

Sumber = aribicara.blogdetik.com

Berita Sebelumnya

 

Wisata

Otomotif

Fashion

Politik

Teknologi

Mancanegara

Bisnis

Dunia kerja

MKN

Game

Entertainmen

Kriminal

Blog punya © 2014 info-gamepc
Desain Modification by Ahmad Safei