
Dari kecil kita selalu diajarkan untuk berbuat baik, menolong sesama. Tanpa pamrih, dengan tulus.
Semua ajaran agama pun sama halnya untuk harus tolong-menolong.
Menolong itu mudah dan tak harus memilih. Orang yang ada di sekitar kita pun banyak yang harus dipedulikan.
Terkadang hati ini engga ikhlas jika "Air susu dibalas dengan air tuba", lalu bagaimana jika ini terjadi :
Kebaikan Tak Berarti Dimatanya..
Hidup memang rumit. Kita harus menghadapi berbagai macam orang yang memiliki pemikiran yang tak sama, tak memiliki hati yang sama.
Lantas, apakah saya harus memaksakan kehendak untuk nya?
Akankah lebih menyakitkan jika orang yang "berpura-pura baik di depan kita?"
Hal yang manusiawi, semua orang ingin diberi apresiasi, dan pengakuan!
Sulitkah untuk mengucapkan "Terima kasih"?
Ikhlas dan Tulus Untuk Sesama, Menjadi Hal yang Biasa Saja
Ketika suatu kebaikan dianggap "biasa saja". Bahkan menjadi hal yang "sudah biasa". Kalau begitu, sah-sah sajakan kalau aku bersikap acuh padanya?
Jika setiap individu bersikap acuh, tak saling peduli. Adakah kedamaian di dunia ini?
Lantas apa yang menyebabkan hal ini?
Egokah, untuk mengakui tindakan terpuji dari seseorang?
Teman Enggak Selalu Jadi Kawan
+ Komentar + 1 Komentar
mau dapetin bonus 2x dalam sehari gabung aja skarang juga di dinacopoker kareana bakalan ada bonus 15% untuk new member dan bonus deposit spesial 10% dalam rangka menyambut asian games dan hut kemerdekaan tunggu apalagi cek skarang juga di www.donacopoker,net
BBM : DC31E2B0
LINE : Donaco.poker
WHATSAPP : +85515875229
Berikan Komentar
Berkomentarlah yang sopan dan jangan buang-buang waktu untuk melakukan spam. Terimakasih.
Obrolan Ringan
Tweets by @komunitasgamer