
Namanya adalah Robovie yang bertugas memandu pengunjung ke toko resmi Cerezo Osaka, dan memperingatkan pelanggan ketika tidak menggunakan masker dengan cara mendeteksi wajah melalui kamera dan teknologi sinar laser 3D.
Robot ini dikembangkan oleh Institut Internasional untuk Penelitian Komunikasi Lanjutan / Advanced Technologi Research (ATR), robot ini di uji coba minggu ini untuk eksperimen pertama dalam pengujian kemampuannya dan melihat apakah ada kesalahan sistem pada robot.
Robot ini memberikan respons yang baik terhadap penanggulangan penyebaran virus corona. Pencipta Robovie berharap penemuannya tersebut akan mengurangi penyebaran virus sekaligus menjaga jarak antara pembeli dan karyawan.
Alasan utama robot ini diciptakan karena orang merasa tidak terlalu malu ketika ditanya dan diingatkan oleh robot, berbeda jika manusia yang mengingatkan tentu membuat orang menjadi malu dan enggan masuk toko. Hal ini tentu merupakan kerugian besar bagi toko karena pelanggan jadi sepi pengunjung, kalau di Indonesia sudah mendingan di ingatkan ehh, yang di ingatkan malah nyolot, ngajak berantem.
Selama seminggu terakhir, robot itu digunakan secara eksperimental, dan dapat terus digunakan setidaknya hingga akhir bulan, dan Institut Internasional untuk Penelitian Komunikasi Lanjutan (ATR) mengatakan penggunaannya dapat diperpanjang sesuai dengan kondisi di lapangan.
Robot telah menjadi peran penting di Jepang, dimana robot dapat bekerja secara konsisten, seperti di pusat isolasi atau karantina dan bekerja di rumah sakit penanggulangan Corona, jadi robot ini memberikan solusi aman bagi perawat dan dokter serta pasien untuk situasi berisiko tinggi dan berbahaya bagi manusia. Apakah kemajuan Jepang ini bisa ditiru negara Indonesia? Tentu saja bisa jika ada kemauan untuk maju ke era teknologi, dan tentunya butuh dukungan penuh dari pihak pemerintah untuk pengembangan ini.
Berikan Komentar
Berkomentarlah yang sopan dan jangan buang-buang waktu untuk melakukan spam. Terimakasih.
Obrolan Ringan
Tweets by @komunitasgamer