Info
| -
Daftar | Masuk | Anggota

-

Fenomena tentang jabatan kades jadi 9 tahun?

info game pc - info-gamepc
1. UI

UI

Baru tahu kalo jabatan kades jadi 9 tahun, kirain masih 6 tahun. Aku pro kontra dengan kebijakan jabatan kepala desa jadi 9 tahun. Aku jelaskan kontra nya dulu ya.

Terlalu lama, ideal nya jabatan kades itu tetap 6 tahun, kalo bisa malah 5 tahun seperti presiden, gubernur atau bupati.

Kalo dapat kades yang jelek maka pembangunan akan lambat. Paling yang dibangun hanya daerah RT RW dekat rumahnya saja. Daerah lainnya hanya sekedarnya saja.

Terlalu lama menjabat nanti malah jadi rakus kekuasaan seperti mantan presiden Jokowi. Biasanya kades yang lama akan mengerahkan segala cara agar terpilih kembali.

Jadi lama dapat serangan fajar nya. Di desa sudah hal umum kalo mau ada Pilkades itu ada serangan fajar. Biasanya Pilkades di ikuti 4–5 calon, jika tiap calon ngasih 100–300 ribu lumayan dapat 500 ribu lah minimalnya.

Belum lagi biasanya setahun sebelum coblosan para calon kades itu suka bagi-bagi, misalnya rokok, ayam kampung, lele atau sejenisnya lah.

Sekarang pro nya kenapa?

Cuma satu sih. Biasanya habis coblosan itu suasana desa tegang karena kubu yang kalah biasanya tidak terima, apalagi kalo kalahnya cuma 20an suara. Jumlah pemilih di desaku ada 2000an orang, jadi kalo kalahnya tipis itu pasti kubu yang kalah tidak terima dan biasanya minta coblosan ulang.

Maklum sudah keluar duit mm an atau minimal ratusan juta lah.

Pernah keluar malam sehabis coblosan kades untuk cari makanan, suasana nya sepi tidak banyak motor atau mobil seliweran. Kata pedagang nya emang begini terus kalo habis coblosan tapi beberapa hari lagi juga sudah normal.

Ganti game lamamu dengan game-game terbaru, hanya di "Revolusi Gamer". Tersedia game-game murah dan berkualitas. Kunjungi info-gamepc.blogspot.com

(Safei/Gamer)


Didukung oleh

Foto Terkait:


Berikan Komentar

Berkomentarlah yang sopan dan jangan buang-buang waktu untuk melakukan spam. Terimakasih.



 
Blog punya © 2014 info-gamepc
Desain Modification by Ahmad Safei