
Edisi selanjutnya pada kritik seorang pengamat politik milienial yang menyatakan bahwa dana anggaran pemindahan ibukota sebaiknya dialokasikan untuk BUMN yang merugi.
Beliau dengan penuh keyakinan menyebutkan nama PLN di dalamnya.
Faktanya, PLN mengantongi untung sebesar 11,6 triliun rupiah sepanjang tahun 2018 yang lalu.
Mungkin kerugian yang dimaksud adalah kerugian hingga kwartal III pada September 2018.
PLN menjelaskan bahwa kerugian ini terjadi akibat imbas dari melemahnya nilai kurs rupiah terhadap dolar AS.
Perubahan nilai tukar ini yang seolah-olah membengkakkan beban hutang PLN.
Saya kagum dengan tata cara penyampaian pengamat milenial ini dengan menggunakan data lawas yang tidak update.
Kredit lain juga saya sertakan padanya, untuk kemampuannya menyampaikan data lawas tidak update ini dengan sangat meyakinkan dan mempesona. Lalu bagaimana dengan performa keuangan PLN di 2019?
Data yang disertakan pada laporan keuangan PLN kwartal I menyatakan bahwa PLN meraup untung lagi sebesar 4,2 triliun rupiah.
Salah satu faktor penting dari laba PLN di kwartal I tersebut adalah menguatnya kurs nilai tukar rupiah.
PLN Klaim Cetak Laba Rp4,2 Triliun pada Kuartal I 2019
Pihak PLN sendiri menyatakan bahwa proyeksi laba PLN juga masih optimis di angka 10,6 triliun rupiah.
- Ketika pengamat politik milenial yang namanya semakin populer karena memberikan kritik berdasarkan data lawas dan keliru ini semakin dipuji dan dipuja banyak orang Indonesia yang tidak membaca fakta sebenarnya, semakin menjadi-jadilah kekhawatiran saya dengan masa depan Indonesia.
Saya juga teringat jelas ekspresi bapak Fadli Zon yang mengangguk setuju dengan pernyataan pemudi milenial ini. Oh Indonesia, bagaimana nasib masa depanmu? (air mata saya mulai menetes).


Terimakasih atas kunjungannya, Kami minta waktu sebentar memberi penilaian, Apa anda Suka Desain dan Warna situs ini?



Berikan Komentar
Berkomentarlah yang sopan dan jangan buang-buang waktu untuk melakukan spam. Terimakasih.
Obrolan Ringan