
Prabowo sebagai presiden saya lihat tidak kompeten dalam memimpin Indonesia, dia terlalu senang dipuja-puji oleh bawahannya yang kebanyakan adalah penjilat, "sampai licin lantai istana",
Prabowo tidak pernah berfikir panjang dalam meluncurkan program. Ingat MBG maka langsung dibuat dapur MBG sebanyak ribuan unit tanpa pilot project untuk mengetahui apakah program ini efektif dan efisien dan bagaimana dampaknya terhadap ekonomi rakyat.
Kemudian Prabowo ingat kopdes, ini program bapak mertuanya dahulu yaitu KUD ( koperasi unit desa). Maka langsung dibangun 80 ribu gedung koperasi merah putih diberbagai pelosok negeri.
Bahkan sampai di kaki gunung hutan belantara. Tidak pernah memikirkan apakah ini program akan untung atau malah rugi. Yang penting anggaran APBN terserap.
Saya jujur melihat bahwa Prabowo menjadi presiden karena dia memang banyak di endorse oleh oligarki, pemimpin partai, petinggi-petinggi Polri & TNI, dan banyak ormas-ormas bajingan.
Makanya kabinet yang dia pimpin sangat gemuk, menteri+wakil menteri mencapai 100 orang belum lagi utusan khusus.
Mereka-mereka semua orang yang saya sebut diatas telah berkorban moril dan materil agar memenangkan Prabowo Gibran menjadi pucuk pimpinan di negeri ini.
Jadi wajarlah mereka minta imbal hasil karena telah mendukung Prabowo jadi presiden. Makanya APBN kita jadi Bancakan oleh mereka, sampai gubernur Bank Indonesia harus menggundurkan diri karena kebijakan fiskal yang ugal-ugalan di era Prabowo terlebih semenjak Purbaya menjabat sebagai menteri keuangan.
Saya berkeyakinan bank central Indonesia akan dibuat tidak independen seperti era Soeharto dulu, terlebih semenjak keponakan Prabowo masuk jadi petinggi di bank Indonesia.
Sekarang hutang Indonesia sudah mencapai Rp 10 ribu Triliun, Purbaya membuat keputusan agar memajaki rakyat lebih besar lagi, makanya sampai di adakan sensus ekonomi.
Untuk mengukur kemampuan ekonomi masyarakat. Kondisi ekonomi Indonesia semakin parah akibat ditutupnya selat Hormuz sehingga harga BBM jadi naik. BBM dibeli menggunakan US Dollar. Sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terus menerus jatuh mencapai Rp.17.900,-/Agust 2026.
Jadi uang rupiah yang digunakan untuk membeli US Dollar jadi bertambah mahal. Dan BBM Indonesia harus disubsidi oleh pemerintah. Kalau BBM naik rakyat akan ngamuk, harga-harga kebutuhan pokok akan langsung melonjak naik tak terkendali.
Dan Prabowo dengan tololnya tidak mau menghentikan program MBG dan kopdes yang jelas-jelas menyebabkan defisit anggaran. Solusi satu-satunya adalah cetak uang dan itu akan menyebabkan hyper-inflation. Belum lagi banyaknya investor asing yang membuang rupiah dan membeli dollar ( capital outflow).
Di tahun 2025 terjadi banjir bandang di Sumatera, Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat menjadi hancur akibat banjir bandang, banyaknya hutan yang gundul menyebabkan banjir ini tak bisa diredam dan sampai sekarang masyarakat yang terdampak banjir bandang belum pulih kehidupannya.
Pemerintah bangkrut tidak mampu dengan cepat tanggap melakukan rehabilitasi terhadap kawasan yang terdampak banjir bandang.
Sekarang di 14 Agustus 2026 terjadi gempa NTT pusatnya di Pulau Flores. Banyak rumah yang hancur, banyak korban jiwa dan di 17 Agustus 2026 Prabowo tetap dengan ponggahnya melakukan pesta pora menghabis-habiskan uang rakyat untuk keperluan yang tidak penting.
Aceh dan Papua menuntut merdeka….
Dan memang sudah seharusnya mereka merdeka, semua sumber daya alam mereka di keruk untuk kepentingan pribadi para pejabat pusat dan oligarki. Yang menjadi pertanyaan apakah Prabowo bisa meredam keinginan rakyat Aceh & Papua tsb?
Sekarang ekonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja, MBG menyebabkan harga-harga kebutuhan pokok ikut naik karena pedagang ayam, pedagang sayur harus supply ke dapur MBG. Jadi harga kebutuhan pokok jadi naik. Sebagai contoh kasus harga ayam di Palembang mencapai Rp.45.000/Kg.
Kalaupun harus bubar Indonesia ini saya mengucapkan senang telah bersama kalian selama ini.









































