
Tragis!! ia memberi emas untuk monas tapi dibalas dengan fitnahan yang Keji..
Dia adalah sahabat dekat Presiden Soekarno. Saking cintanya pada Indonesia, ketika Soekarno ingin membangun Monas, Markam tanpa ragu menyumbangkan 28 Kg emas murni miliknya. Ingat, 28 Kg emas jaman dulu nilainya tak terhingga! Di era Orde Lama, Markam adalah "Crazy Rich" yang sesungguhnya.
Perusahaannya, PT Karkam, menguasai ekspor-impor dan membiayai banyak proyek negara. la hidup mewah, dihormati, dan menjadi aset bangsa. Tapi, roda nasib berputar kejam saat tahun 1965 tiba.
Saat kekuasaan Soekarno runtuh dan Orde Baru naik, kedekatan Markam dengan Soekarno menjadi petaka. la dituduh sebagai koruptor dan antek PKI, sebuah tuduhan umum untuk menyingkirkan orang-orang pro-Soekarno.
Tanpa pengadilan yang jelas, pahlawan penyumbang emas ini akhirnya ditangkap. Tahun 1966 adalah awal kisah tragis ini dimulai. Teuku Markam dijebloskan ke penjara selama 8 tahun. Hartanya? Dirampas habis.
Perusahaannya diambil alih pemerintah dan dijadikan BUMN. Rumah, tanah, mobil, semua disita. Sang penyumbang emas kini tak punya apa-apa selain baju di badan.
Saat bebas tahun 1974, Markam bukan lagi siapa-siapa. Namanya sudah hancur, dicap sebagai pengkhianat negara. la mencoba bangkit dan menuntut keadilan untuk mengembalikan aset-asetnya, tapi sia-sia.
Negara seolah lupa bahwa emas yang berkilauan di puncak Monas itu adalah hasil keringatnya. Tahun 1985, Teuku Markam berpulang dalam sunyi, membawa luka hati yang tak sempat sembuh oleh zaman.
Tragisnya, hingga detik ini, jutaan pasang mata berpose bahagia di bawah bayang-bayang Monas, tanpa pernah tahu bahwa ada nama besar yang dikorbankan demi emas di puncaknya.
la memberi cahaya bagi ibu kota, namun namanya dibiarkan meredup dalam kegelapan sejarah.
Kisah Teuku Markam adalah bukti kejamnya politik. Jasa setinggi gunung, sirna oleh politik yang tak kenal ampun.
Teuku Markam adalah bukti bahwa pengorbanan seringkali dibayar dengan kesunyian.
Maafkan kami yang telat berterima kasih, Pak Markam.


Terimakasih atas kunjungannya, Kami minta waktu sebentar memberi penilaian, Apa anda Suka Desain dan Warna situs ini?



Berikan Komentar
Berkomentarlah yang sopan dan jangan buang-buang waktu untuk melakukan spam. Terimakasih.
Obrolan Ringan